Kaki dalam ilmu kesehtan china kuno merupakan pusat dari tubuh...
Hati manusia layaknya bak sebuah kaki dari tubuh manusia..
Saat kau tengah berjalan besama kelompokmu memandang menikmati keindahan sekitar..
Tak kau sangka kakimu tertusuk jarum untuk pertama kalinya..
Karena memasa semua akan baik, kau berjalan terus tanpa sempat mencabutnya..
Hingga tak kau sadari darah mengalir dan lubang seakan menyediakan tempat dikaki untuk jarum kembali..
Meski hanya jarum kecil mampu mengacaukan seluruh tubuh...
Tetap berjalan tanpa memberitahu kelompok jika kau sakit dan menahan rasa sakit sendiri..
Atau berhenti, lalu memberitahu mereka jika kakimu sakit serta mencabut paku yang tertancap meski itu mungkin akan mengganggu perjalanan..
Pilihan itu akan kembali pada setiap individu...
Rangkaian Kata
Rangkaian Kata
Sabtu, 07 November 2015
China, kaki dan hati
Kamis, 01 Oktober 2015
Lidah tak bertulang
Seingat saya, saya tak pernah bermimpi duduk di tempat ini...
Tak pernah menyangka jika mimpi saya hanya akan menjadi mimpi...
Tak pernah terbesit dunia yang saya hadapi akan serumit ini...
Tak pernah memiliki niat silaturrahmi yang saya bangun didasari karena kekuasaan...
Tak pernah berharap jika membuka mulut hanya untuk memiliki penyokong...
Kunci dari ruangan yang berisi berbagai rahasia milik beberapa orang ada di tangan ayahanda...
Sesorang yang mengenalku menginginkanku melihat isi ruangan lalu menceritakannya...
Saya sekali lagi melanggar prinsipku...
Prinsip yang dari awal saya pegang teguh, kini runtuh tak tersisa...
Penyesalan datang mengusik..
Dimanakah didunia ini yang menjunjung tinggi kedamaian dan kebebasan berada?
Saya lelah...
Lidah memang tak bertulang...
Minggu, 06 September 2015
Jangan menatap terlalu tinggi
Bagaimana rasanya melihat anggota keluargamu dibicarakan?
Bagaimana rasanya dalam langkahmu akan ada seribu mata yang memperhatikan?
Bagaimana rasanya setiap kau bernafas akan membuat banyak komentar mengalir?
Bagaimana rasanya jika orang lain menganggapmu bodoh karena kau takut salah langkah?
Bagaimana rasanya saat kau kehilangan dirimu sendiri karena kepura-puraanmu?
Bagaimana rasanya ketika semua itu akhirnya menjadi sebuah kebiasaan?
Dalam dunia yang diimpikan banyak orang, seberapa terlukanya kami?
Seberapa besar kami harus berjuang menampilkan senyum palsu kami?
Apa kalian masih mampu iri dan membenci kami?
Minggu, 21 Juni 2015
Me
Bisakah hati saya diberi kesempatan untuk berbicara?
Jika saya mengatakan saya takut,
Jika saya mengatakan saya tak bisa,
Jika saya mengatakan saya sendiri,
Apa ada yang percaya?
Apa ada yang mau mendengarkan?
Mungkin saya terlalu terbawa emosi.
Aura kdrama masih mewarnai hagiku.
Saya ingin meledakkan semua bom dihatiku.
Tuhan bantu aku untuk menenangkan hatiku,
Memperlancar dan memudahkan apa sedang dan akan saya lakukan.
Membuang segala kehawatiran yang menyelimuti hati.
Rabu, 08 April 2015
Tak banyak pilihan yang dapat dipilih selain sangkar
Ketika ksatriya mampu membangun tembok berlin kembali
Jermanpun terbagi menjadi dua
Ketika mesin waktu terlanjur diaktifkan
Cahaya dikegelapan tak mampu bertahan lama untuk menunggu
Ketika sejarah akan tetap menjadi sejarah
Big banglah pengungkap misteri yang telah terkubur
Rabu, 04 Februari 2015
Aku tumbuh dengan terlatih untuk menikmati hidup dengan berbagai jalan yang sudah di tentukan.....
Aku mungkin sudah kehilangan instingku untuk memilih jalan yang ku inginkan.....
Rasa takut saat harus memilih sesuatu, itu mungkin juga efeknya....
Aku memang sempat marah, marah cukup lama untuk hal itu.....
Tapi, secara logika tak ada yang bisa ku dapat dari rasa marah itu, mereka yang menyediakan jalan untukku juga sama sakitnya denganku....
Meski begitu mereka memberiku banyak fasilitas yang membuat hampir semua orang yang ku kenal merasa iri, iri dengan fasilitasnya.....
Mereka mencintaiku dengan begitu besar......
Mereka rela melakukan hal di luar dugaanku hanya untuk ku....
Mereka melakukan hal itu karna mereka takut aku terjatuh, terluka, termakan predator....
Membuatku tetap berada disisi mereka, agar mereka tetap bisa menjagaku.....
Mereka tulus melakukannya, benar-benar tulus....
Sebelumnya dan mungkin sampai sekarang, aku merasa bak seekor burung yang lahir dan tumbuh di dalam sarang, jadi ketika burung itu di lepaskan, sayapnya tak mampu membuatnya terbang.....
Aku tak tau apa yang harus ku lakukan.....
Aku tak tau apa yang bisa kulakukan untuk mereka......
Aku merasa bersalah, sangat bersalah....
Gome, Gome, Gomenaisai......
Aku berharap aku bisa melakukan yang terbaik untuk mereka.....
Membuat mereka bangga.....
Membuat mereka selalu melukiskan senyum indah di wajahnya.....
Ya Allah Aku ingin menuju jalaanku, ridhoilah.....
Lucu
Itu sebutan yang aku kasih untuk Miss. .............
Seakan sebuah kebiasaan untukku memberi julukan , istilah di tempatku untuk menunjukan suatu nama yang bukan nama sebenarnya orang tersebut dan biasanya nama terkesan lucu, mengejek dan sedikit menghina....
Sekarang julukan yang aku berikan adalah O_ _ - O_ _ ....
Dulu saat aku masih kecil nenekku cakap, "Kue tuku bae neng yu _ _ _ _ _ _ _ O_ _ - O_ _" "Itu beli saja di mbak _ _ _ _ _ _ _" begitu kalo dibahasa indonesiakan.....
Sekarang gilirang ada orang yang namanya sama dan nyebelinnya minta ampun aaku langsung panggil ajan O_ _ - O_ _ ........
Kemaren H.S_ _ _ _ _ _ . yang tak panggil H. Muhidin, itu karena sifat, tingkah lakunya nyebelin mirip H. Muhidin yang nyebelin juga dan suka nguasaain Masjid, bagai diktator Adolf Hitler yang hanya mampu menguasai Komplek.....